Kemarau Panjang Ancam Produktivitas Petani, BRMP Sulawesi Tengah Gelar Sholat Istisqa
Sigi, 7 September 2026. Menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada sektor pertanian, jajaran civitas Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah menggelar Sholat Istisqa, Senin (7/9). Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut dilaksanakan secara khusyuk pada pukul 07.15 WITA di halaman upacara BRMP Sulawesi Tengah, kawasan Taman Agro Modern.
Kemarau berkepanjangan yang melanda Sulawesi Tengah dan sekitarnya menyebabkan kondisi cuaca terasa semakin panas dan kering. Situasi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di sejumlah sentra produksi pangan. Minimnya curah hujan dalam waktu yang cukup lama juga berpotensi mengganggu produktivitas lahan dan memengaruhi kesejahteraan petani.
Sholat Istisqa dipimpin oleh Imam Masjid Desa Maku dan diikuti oleh jajaran pegawai BRMP Sulawesi Tengah. Para jemaah melaksanakan ibadah secara tertib di area terbuka halaman instansi dengan menggunakan karpet dan sajadah yang telah disiapkan.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si., menginisiasi pelaksanaan Salat Istisqa sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kondisi kekeringan. Di sisi lain, BRMP Sulawesi Tengah terus melakukan langkah teknis dan pendampingan kepada petani binaan agar mampu beradaptasi terhadap keterbatasan air serta menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
Keluarga besar BRMP Sulawesi Tengah berharap kondisi kekeringan segera berakhir sehingga ketersediaan air kembali membaik dan kegiatan pertanian dapat berjalan secara optimal. Ikhtiar spiritual tersebut menjadi pelengkap berbagai upaya teknis yang dilakukan untuk membantu petani menghadapi dampak kemarau dan menjaga keberlangsungan produksi pangan di Sulawesi Tengah.
Penulis: Naufal Mahdi Rameda
Editor: Risna